Translate

Jumat, 05 Oktober 2012

Kemajuan teknologi tantangan bagi penegak hukum


Padangpanjang, Sumbar (ANTARA News) - Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Padangpanjang Bustaminarda mengatakan, kemajuan teknologi merupakan tantangan tersendiri bagi segenap aparat penegak hukum, khususnya polisi.


"Karena kemajuan teknologi informasi saat ini telah membawa dampak dan akses negatif bagi sebagian masyarakat, di mana kondisi itu dimanfaatkan sebagai peluang untuk melakukan tindakan destruktif dan melawan hukum," kata Bustaminarda ketika menjadi narasumber pada Bimbimbangan teknis dan penguatan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) di aula balai kota setempat, Selasa.


Dengan Kondisi yang demikian, maka pada satu sisi polisi harus mampu meningkatkan sumber daya manusia-nya dalam rangka mengantisipasi peningkatan kualitas dan kuantitas kejahatan.


Menurut dia, di sisi lain polisi harus membangun dan mengembangkan berbagai bentuk kemitraan dalam rangka pengembangan tugasnya di tengah-tengah masyarakat, bangsa dan negara.


Indikasi ini, lanjut dia, paling tidak dapat diamati dari latar belakang, kualitas dan kuantitas tindakan kejahatan atau kriminal yang dilakukan oleh pelakunya yang ternyata intensitasnya kian canggih dengan memanfaatkan teknologi informasi.


"Maka, dengan adanya pelatihan bagi anggota FKPM ini, kita berharap segala macam indikasi tindakan kriminal bisa ditekan sedini mungkin melalui peranan FKPM itu sendiri," katanya. 


Salah satu kunci suksesnya adalah bagaimana polisi tampil di tengah-tengah masyarakat sebagai pengayom dan pelindung masyarakat itu, sehingga setiap gejala awal dari suatu bentuk kejahatan masyarakat merasa terpanggil dan secara terbuka untuk segera melaporkannya kepada polisi.


"Perangkat pendukungnya bukanlah peralatan yang serba canggih, melainkan sederhana saja yakni komunikasi, intinya adalah bagaimana membangun dan mengembangkan komunikasi yang ramah dengan masyarakat," sebutnya.  (HMR/Z002)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar